December 29th, 2008

Tips [Linux] Manajemen partisi NTFS di Linux system

Computer Hardware & Software, Tips & trick, by brigs.

Pada artikel kali ini saya akan mengupas sedikit cara memagement partisi NTFS dengan bagimana cara memount manual atau automatic pada saat booting, Clone NTFS partition dan bagaimana cara merecovery files yang telah terhapus tidak sengaja. NTFS atau New Technology File System adalah bagian dari prophitary files system yang dikembangkan oleh Microsoft dan merupakan default file system yg banyak dipakai semenjak Windows NT. Linux yg digunakan kali ini datang dari distro OpenSUse versi 11 x86 64bit edition.

Instalasi
Untuk itu kita perlu menginstall sebuah NTFS utility jika memang belum terinstall dari awal oleh Yast utility, kemudian dengan bantuan search “ntfs” anda dapat mencari sebuah program bernama “ntfsprogs”, “ntfs-3g” dan “libfuse2″ untuk memulai instalasi lalu exit saja setelah beres. Langkah selanjutnya adalah mengkonfirmasi bahwa paket “ntfsprogs” telah sukses terinstall dengan cara mengetik rpm command sbb :

hostname # rpm -q ntfsprogs
ntfsprogs-1.11.2-15.2

Alternatif lain anda dapat memakai paket “ntfs-config” untuk memudahkan konfigurasi mount ini akan tetapi jangan dipakai untuk memounting partisi ntfs dari external usb drive

Mounting NTFS Partition
Pada bagian ini kita akan memakai cara mounting NTFS partisi secara read only. Cara untuk melihat partisi mana yang memakai format NTFS ini dapat dilakukan dengan memberikan perintah fdisk sbb :

hostname # fdisk -l

Disk /dev/sda: 17.1 GB, 17179869184 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 2088 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes

Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/sda1 1 892 7164958+ 7 HPFS/NTFS
/dev/sda2 893 1023 1052257+ 82 Linux swap / Solaris
/dev/sda3 * 1024 2088 8554612+ 83 Linux

Seperti yang anda lihat bahwa partisi “/dev/sda1″ adalah sebuah system dengan NPFS/NTFS yang merupakan ciri dari format NTFS. Setelah mengetahui partisi yang memakai NTFS, langkah selanjutnya adalah membuat mount point dari partisi ini dengan cara membuat perintah mkdir diikuti nama pathnya. Sebagai contoh kita akan membuat sebuah directory “windowsc” di dalam directory /media

hostname # mkdir /media/windowsc

Setelah membuat sebuah directory mount point ini, NTFS partition dapat langsung di mount secara read only dengan perintah

hostname # mount /dev/sda1 /media/windowsc/ -o ro

Untuk mengakses drive secara penuh read / write dapat dipakai perintah

hostname:~ # mount -t ntfs-3g /dev/sda1 /media/windowsc

Pada directory windowsc secara automatik akan merubah permission saat mounting pada proses drwxrwxrwx. Cara yang saya rekomendasi adalah apa yg sesuai dengan simulasi seperti ala linux permissions

hostname:~ # mount -t ntfs-3g -o rw,uid=1000,gid=100,umask=0022 /dev/sda1 /media/windowsc

Alternatif command ini akan membuat permission di set pada drwx-xr-x pada folder /media/windowsc bagi owner/user dengan uid=1000, dimana hal ini merupakan kondisi normal bagi linux users. Anda dapat saja menggunakan nilai lain dari uid tergantung siapa yang memerlukan mounting ini.

Mounting partisi NTFS secara permanen

Pada bagian ini kita akan membuat partisi NTFS ini secara automatis termount pada saat system booting. File yang dibutuhkan adalah fstab yang terdapat pada folder /etc.

Tambahkan perintah ini untuk memount secara read only

/dev/sda1 /media/windowsc ntfs defaults 0 0

Sedangkan untuk full akses user dapat dipakai cara

/dev/sda1 /media/windowsc ntfs-3g defaults 0 0

Alternatif lain dengan mengaktifkan hak akses user dalam permissions seperti halnya system Linux dimana hanya owner dari folder dan isinya yang dapat mengakses secara penuh adalah dengan cara sbb :

/dev/sda2 /media/windowsc ntfs-3g uid=1000,gid=100,umask=0022 0 0

Pada contoh ini “umask” dengan nilai 0022 akan menghasilkan permissions drwxr-xr-x pada folder /media/windowsc hanya bagi owner.user dengan uid=1000 seperti halnya standar permission linux user. Tentu saja uid dapat kita setting sesuai kebutuhan seperti 1000, 1001, 1002 dll. Pengaturan arbitry seperti ini dapat juga dilakukan pada saat penginstalan awal OpenSuse ketika memasuki sub expert partitioning proposal.

Option locale dapat kita pakai jika isi file mengandung unsur karakter asing yang sebelumnya tidak diset oleh OS sebelum partisi ini di mounting, dampaknya adalah file ini tidak akan terlihat dan sangat tidak dimengerti. Locale option ini dapat membuat file ini menjadi terlihat normal, contohnya adalah dengan menambahkan local=en_US.UTF-8 untuk bahasa English, utf8 atau locale=cs_CZ.utf8 untuk Czech dll. Untuk jelasnya dapat melihat command locale -a untuk bahasa lainnya.

Option force dapat dilakukan jika partisi tidak dapat termount karena bermasalah seperti gagal power failure, unmount secara tidak penuh oleh user, dll sehingga menghasilkan apa yang kita sebut “dirty” bit dan memerlukan cecking consistency dengan booting kepada windows dan melakukan running chkdsk dulu sebelum drive dapat dimount kembali. Anda dapat saja mem-bypass proses ini dengan force option dengan menambahkan perintah pada fstab menjadi “uid=1000, gid=100, umask=0022, force”.

Automounting external (USB) NTFS dalam mode read/write
Ketika anda menancapkan sebuah USB berisi format NTFS ke dalam OpenSuse maka akan otomatis termount secara readonly oleh pembuat openSuse. Jika anda ingin memount secara read-write akses anda dapat meunmount dan melakukan remount ulang dengan CLI command. Nah yang ini dapat dilakukan perubahan system default agar automounting NTFS drive selalu dalam mode read/write. Yang harus dilakukan adalah menaruh sebuah link pada directory /sbin yang mengarah langsung pada automount process pada ntfs-3g driver. Maka perintahnya dapat langsung dilakukan dalam oleh root :

sudo ln -s /sbin/mount.ntfs-3g /sbin/mount.ntfs

Jika suatu waktu ingin merubahnya kembali manjadi default atau automounting USB dalam read only mode, tinggal hapus saja link mount.ntfs yang terdapat di /sbin/mount.ntfs.

Bits and Pieces
Dengan bantuan Linux permissions maka anda dapat melakukan option kedua ini untuk mengatur hak akses user terhadap sebuah folder, document atau hak lainnya secara lebih luas. Anda sebaiknya membaca manual page mengenai umask, dmask dan fmask option. Ini adalah sedikit penjelasan mengenai octal permissions dalam directory permission

* owner=rwx group=rwx other=rwx; i.e for drwxrwxrwx use umask=0000
* owner=rwx group=rwx other=r-x; i.e for drwxrwxr-x use umask=0002
* owner=rwx group=rwx other=—; i.e for drwxrwx— use umask=0007
* owner=rwx group=r-x other=r-x; i.e for drwxr-xr-x use umask=0022
* owner=rwx group=— other=—; i.e for drwx—— use umask=0077

GUI aplikasi ntfs-config dalam OpenSuse datang dengan paket RPM ntfs-config yang tidak secara default terinstall. Anda dapat melakukan perintah di dalam console dengan menjadi root dahulu ntfs-config. Akan muncul sebuah GUI yang memperlihatkan semua partisi NTFS dan memperbolehkan anda untuk mounting read only atau full akses read/write dengan cara mudah one click option. Anda sebaiknya tidak mempergunakan tools ini untuk external drive karena ntfs-config akan menulis langsung pada fstab secara permanen. Jika anda booting dengan isi external drive tersebut yang masih ada, anda akan mendapat laporan kesalahan/error dimana akan mencegah anda untuk booting kedalam Desktop Manager jika USB drive tersebut tidak ditancapkan pada booting selanjutnya.

Cloning partisi NTFS

Pada bagian ini kita akan melihat bagaimana cara melakukan cloning NTFS partisi dengan bantuan ntfsclone command. ntfsclone utility ini memungkinkan kita untuk melakukan kloning sebuah partisi NTFS dan diubah menjadi sebuah image yang dapat direstore kemudian hari. Ntfsclone juga dapat bekerja baik dari mulai sebuah level disksector dan mengcopy hanya data yang dipakai.
Cara membuat ntfs image dengan melakukan perintah :

hostname # ntfsclone –save-image -o WindowsXP.img /dev/sda1
ntfsclone v1.11.2
NTFS volume version: 3.1
Cluster size : 4096 bytes
Current volume size: 7336914944 bytes (7337 MB)
Current device size: 7336917504 bytes (7337 MB)
Scanning volume …
100.00 percent completed
Accounting clusters …
Space in use : 2382 MB (32.5%)
Saving NTFS to image …

Deskripsi :
–save-image = perintah dasar untuk membuat sebuah image yang dapat direstore kemudian hari.
-o WindowsPartition.img = sebuah nama khusus bagi sebuah file berisi drive ntfs hasil kloning
/dev/sda1 = sebuah drive berisi partisi NTFS

Setelah anda melakukan kloning partisi ini maka anda dapat dengan mudah melakukan mount NTFS image ini dengan bantuan CLI command :

hostname # mount -t ntfs WindowsPartition.img /media/windowsc/ -o loop,rw

Anda dapat melakukan mounting NTFS image ini untuk memodifikasinya atau hanya sekedar backup saja. Ntfsclone utility juga dapat mudah melakukan restorasi system. Untuk pengetesannya kita menggunakan perintah shred command untuk merusak NTFS partisi ini dan kemudian kita akan merestorasi drive seperti keadaan awal kembali dengan ntfsclone.

hostname # shred -v -n 1 /dev/sda1
shred: /dev/sda1: pass 1/1 (random)…
shred: /dev/sda1: pass 1/1 (random)…17MiB/6.9GiB 0%
shred: /dev/sda1: pass 1/1 (random)…38MiB/6.9GiB 0%
shred: /dev/sda1: pass 1/1 (random)…59MiB/6.9GiB 0%
shred: /dev/sda1: pass 1/1 (random)…79MiB/6.9GiB 1%

Cek system partisi jika sudah rusak dengan sedikit perintah…

hostname # mount -t ntfs /dev/sda1 /media/windowsc/
mount: wrong fs type, bad option, bad superblock on /dev/sda1,
missing codepage or other error
In some cases useful info is found in syslog – try
dmesg | tail or so

Seperti yang anda lihat maka filesystem akan rusak dan kemudian lakukan langkah restorasi dengan ntfsclone sbb :

hostname # ntfsclone –restore-image -O /dev/sda1 WindowsXP.img
ntfsclone v1.11.2
NTFS volume version: 3.1
Cluster size : 4096 bytes
Image volume size : 7336914944 bytes (7337 MB)
Image device size : 7336917504 bytes
Space in use : 2382 MB (32.5%)
Restoring NTFS from image …
100.00 percent completed
Syncing …

Recovering Deleted Files

Kita akan mencoba melakukan recovery files yang terhapus dengan bantuan ntfsundelete. Ntfsundelete command memiliki kemampuan untuk melakukan recovery terhadap files yang secara tidak sengaja terhapus.

Hal pertama yang harus dibuat adalah melakukan scan partisi NTFS ini untuk melihat apakah files yang akan kita recovery ini dapat dilakukan tanpa masalah dengan ntfsundelete dengan cara :

hostname # ntfsundelete /dev/sda1
Inode Flags %age Date Size Filename
—————————————————————
16 F..! 0% 1970-01-01 0
17 F..! 0% 1970-01-01 0
18 F..! 0% 1970-01-01 0
19 F..! 0% 1970-01-01 0
20 F..! 0% 1970-01-01 0
21 F..! 0% 1970-01-01 0
22 F..! 0% 1970-01-01 0
23 F..! 0% 1970-01-01 0
4128 FN.. 100% 2008-06-17 1048576 edb.log
4129 FN.. 100% 2008-06-17 1048576 edb00002.log
4130 FN.. 100% 2008-06-17 1048576 res2.log
4131 FN.. 100% 2008-06-17 1048576 res1.log
4133 FN.. 100% 2008-06-17 8192 edb.chk
11090 FN.. 100% 2008-06-17 16384 Perflib_Perfdata_b0.dat
11769 F..! 0% 1970-01-01 0
11770 F..! 0% 1970-01-01 0
11771 F..! 0% 1970-01-01 0
11772 F..! 0% 1970-01-01 0
11773 F..! 0% 1970-01-01 0
11774 F..! 0% 1970-01-01 0
11775 F..! 0% 1970-01-01 0

Files with potentially recoverable content: 6

Seperti terlihat diatas terdapat 6 buah files yang secara potensial dapat direcovery. Langkah selanjutnya adalah dengan perintah ntfsundelete dengan tambahan prefix -u diikuti dengan inode berupa file apa yang akan direcover dalam partisi NTFS ini.

hostname # ntfsundelete -u11090 /dev/sda1
Inode Flags %age Date Size Filename
—————————————————————
11090 FN.. 0% 2008-06-17 16384 Perflib_Perfdata_b0.dat

Undeleted ‘Perflib_Perfdata_b0.dat’ successfully.

Setelah merestorasi maka file tersebut akan terlihat di dalam work directory anda untuk kembali dapat di copy ulang kedalam partisi NTFS atau di media lainya.

Demikian sedikit tutorial singkat ini mengenai cara memanagement files dan drive berisi filesystem NTFS di dalam Linux OS. Semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan.


Back Top

Responses to “Tips [Linux] Manajemen partisi NTFS di Linux system”

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Back Top

icon_wink.gif icon_neutral.gif icon_mad.gif icon_twisted.gif icon_smile.gif icon_eek.gif icon_sad.gif icon_rolleyes.gif icon_razz.gif icon_redface.gif icon_surprised.gif icon_mrgreen.gif icon_lol.gif icon_idea.gif icon_biggrin.gif icon_evil.gif icon_cry.gif icon_cool.gif icon_arrow.gif icon_confused.gif icon_question.gif icon_exclaim.gif 

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline